kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Kesepakatan RCEP akan dicapai tahun ini, begini saran Kadin


Rabu, 24 Juni 2020 / 18:35 WIB
ILUSTRASI. CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani. KONTAN/Baihaki/5/10/2016


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

Shinta menekankan persiapan negara lain lebih jauh dibandingkan dengan Indonesia. Tidak hanya perdagangan, RCEP yang juga mengakomodir perjanjian investasi memperlihatkan persiapan Indonesia tertinggal.

Dari sisi kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business/EODB) dan Global Competitiveness Index Indonesia sudah tertinggal. Sementara reformasi kebijakan yang selama ini dilakukan masih belum maksimal.

"Reformasi kebijakan ekonomi kita setengah-setengah dan banyak yang tidak efektif di lapangan," jelas Shinta.

Baca Juga: Indonesia akan buka akses pasar tenaga kerja dan produk pertanian ke Selandia baru

Oleh karena itu, persiapan merupakan hal penting dalam memasuki RCEP. Sebelumnya kepala negara anggota RCEP telah sepakat perjanjian tersebut dapat ditandatangan tahun ini.

RCEP merupakan perjanjian besar beranggotakan 10 negara ASEAN dan mitra dagang yakni China, Jepang, Korea, Australia, dan Selandia Baru. Sementara India menyatakan mundur dari perjanjian tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×