kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.736   51,00   0,29%
  • IDX 6.371   -228,56   -3,46%
  • KOMPAS100 843   -31,00   -3,55%
  • LQ45 635   -16,26   -2,50%
  • ISSI 228   -10,12   -4,25%
  • IDX30 361   -7,63   -2,07%
  • IDXHIDIV20 447   -8,36   -1,83%
  • IDX80 97   -3,13   -3,13%
  • IDXV30 125   -3,42   -2,67%
  • IDXQ30 117   -1,94   -1,63%

Kerugian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp 217 triliun


Jumat, 08 Juli 2011 / 17:14 WIB
ILUSTRASI. Logam mulia emas produksi Antam di gerai Pegadaian Galeri24, Jakarta, Senin (28/9/2020). KONTAN/Fransiskus Simbolon  


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Lamgiat Siringoringo


JAKARTA. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat kerugian akibat kecelakaan lalu lintas mencapai Rp 203-217 triliun. Jika dilihat secara nasional, kerugian akibat kecelakaan lalu lintas jalan diperkirakan mencapai 2,9-3,1% dari total PDB Indonesia. Direktur Transportasi Bapenas Bambang Prihartono mengatakan jika merilis dari data Kepolisian RI jumlah orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2010 mencapai 31.234 jiwa. Dari jumlah korban kecelakaan itu berada pada usia produktif yakni 22-50 tahun.

Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas ini tidak hanya terjadi di dalam negeri saja. Menurut Bambang di tingkat global, berdasarkan laporan WHO tahun 2009 tentang Global Status Report on Road Safety-Time for Action, dilaporkan terdapat sekitar 1,3 juta jiwa meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Ini artinya, lebih dari 3.000 jiwa per harinya menjadi korban meninggal dunia. Dengan data ini diprediksi pada tahun 2030,kecelakaan lalu lintas di jalan akan menjadi penyebab kematian nomor lima di dunia setelah penyakit jantung,stroke, paru-paru, dan infeksi saluran pernapasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×