kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.822   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Kendaraan taktis Pindad akan dijual untuk umum


Senin, 01 Juli 2013 / 18:50 WIB
Kendaraan taktis Pindad akan dijual untuk umum
ILUSTRASI. 4 Rekomendasi Essence Toner Buat Kulit Kenyal dan Cerah


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. PT Pindad (Persero) meluncurkan kendaraan taktis (rantis) 4x4 yang diberi nama Komodo. Yang menarik, Komodo kemungkinan akan diproduksi massal untuk masyarakat umum.

Adik Soedarsono, Direktur Utama Pindad, menjelaskan, saat ini Pindad memang masih fokus memproduksi rantis tersebut untuk keperluan militer. "Tapi jika ada permintaan (dari sipil), kami akan produksi," ujarnya usai acara Bussines Executive Gathering BUMN di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (1/7).

Menurut Adik, kenyataan bahwa Komodo merupakan kendaraan militer akan menjadi promosi tersendiri ke masyarakat. "Distabilkan dan disempurnakan di militer dulu. Agar masyarakat dapat saksikan hebatnya kendaraan tersebut," kata Adik.

Adik berharap rantis ini dapat diproduksi untuk masyarakat sipil seperti kendaraan taktis Hummer dan Humvee di Amerika Serikat. Sebagai informasi, kendaraan Hummer diproduksi untuk masyarakat umum dan Humvee hanya untuk kalangan militer.

Dia bilang jika memang ada Komodo versi sipil pasti akan ada penurunan spesifikasi dibanding yang dijual untuk militer. "Seperti senjata dan kemampuan anti peluru tidak akan ada," jelasnya.

Adik menjelaskan saat ini rantis Komodo sudah terjual 5 unit untuk TNI AD dan Brimob. Rantis tersebut dijual seharga Rp 2,5 miliar. Sebagai informasi, Komodo menggunakan mesin diesel turbo intercooler dengan power 215 @ 2500 rpm dan bobot 25 hp/ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×