kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Kenaikan harga minyak pernah hadirkan mini krisis di Indonesia


Minggu, 24 Oktober 2021 / 15:42 WIB
ILUSTRASI. Kenaikan harga minyak pernah hadirkan mini krisis di Indonesia


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, sejak sistem keuangan di dunia mengalami borderless atau tanpa batas dan menganut devisa bebas, sejak saat itu perekonomian Indonesia menjadi lebih sensitif terhadap kemungkinan terjadinya krisis.

“Krisis tersebut sifatnya tidak harus krisis besar atau multidimensi. Sering juga di Indonesia ini terjadi mini krisis,” kata Bambang dalam acara peluncuran buku 25 Tahun Kontan: Melintasi 3 Krisis Multidimensi, Minggu (24/10).

Mini krisis yang dimaksud seperti krisis kenaikan harga minyak. Bambang mengatakan, dampak dari kenaikan harga minyak tersebut bagi perekonomian Indonesia langsung berpengaruh ke keuangan negara.

Akibatnya, sering kali terjadi hal yang tidak terduga. Misal, karena saat itu Indonesia saat itu masih menganut subsidi penuh, subsidi bahan bakar minyak (BBM) akhirnya membengkak, sehingga pemerintah harus melakukan pemotongan anggaran. Bahkan, harus mengambil kebijakan yang mengandung implikasi politik yang cukup berat, seperti kenaikan harga BBM.

Selanjutnya: Antisipasi krisis ekonomi, kebijakan yang lebih preventif dibutuhkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×