kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Kenaikan harga LPG 12 kg terganjal restu SBY


Kamis, 07 Agustus 2014 / 16:09 WIB
ILUSTRASI. Pencatatan perdana saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/2/2023). 


Reporter: Widyasari Ginting | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Meski mengaku sudah menerima surat dari PT Pertamina soal rencana kenaikan harga LPG 12 Kg, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung bilang masih menunggu restu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sejauh ini pemerintah belum bisa memutuskan kebijakan tersebut.

"Saya mesti konsultasi dulu ke Presiden, dan kalau sudah ada arahan baru kita menggelar rapat koordinasi (rakor)," jelas Chairul, Kamis (7/8) 

Meski mengakui bahwa gas LPG 12 kg merupakan barang non subsidi yang berarti keputusan kenaikannnya berada pada aksi korporasi perusahaan. Namun Chairul menegaskan bahwa keputusan kebijakan harga, termasuk untuk gas LPG 12 kg, terletak pada pemerintah. "Jadi tunggu saja," ujar Chiarul.

Sampai saat ini belum ada rencana Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk melakukan rapat dengan Pertamina terkait hal ini. Asal tahu saja, Pertamina ngotot untuk menaikan harga LPG 12 Kg secara bertahap. Sebagaimana roadmap yang sudah ditetapkan Pertamina. Dalam roadmap tersebut, harga LPG bakal bertambah sekitar Rp 1.000-1.500 pada setiap kenaikan. Sebenarnya, rencana kenaikan LPG 12 Kg ini berlaku mulai Juli lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×