kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Kenaikan harga BBM dibicarakan dengan dua capres


Kamis, 05 Juni 2014 / 17:27 WIB
Kenaikan harga BBM dibicarakan dengan dua capres
ILUSTRASI. Ada cara mudah yang bisa digunakan untuk menghapus email lama yang banyak menumpuk di inbox. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nym.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak bisa diputuskan oleh pemerintah sekarang. Oleh karena itu pemerintahan mendatang memiliki pekerjaan rumah untuk mengendalikan kenaikan subsidi ini.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, opsi kenaikan BBM subsidi sebagai pilihan menjaga keberlangsungan anggaran menjadi salah satu opsi yang dipikirkan pemerintah. Namun opsi kenaikan BBM tidak serta merta bisa dilakukan oleh pemerintahan sekarang. "Harus dibicarakan dengan dua kandidat presiden," ujar Chatib dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Kamis (5/6).

Dua kandidat presiden yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto perlu mengungkapkan sikapnya apakah bisa menaikkan harga BBM atau tidak, agar masyarakat bisa mengetahuinya. 

Karena pemerintahan saat ini masih fokus pada pemilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung satu bulan lagi maka tidak dimungkinkan untuk mengambil kebijakan strategis seperti menaikkan harga BBM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×