kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Kenaikan harga BBM dibicarakan dengan dua capres


Kamis, 05 Juni 2014 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Ada cara mudah yang bisa digunakan untuk menghapus email lama yang banyak menumpuk di inbox. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/nym.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak bisa diputuskan oleh pemerintah sekarang. Oleh karena itu pemerintahan mendatang memiliki pekerjaan rumah untuk mengendalikan kenaikan subsidi ini.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, opsi kenaikan BBM subsidi sebagai pilihan menjaga keberlangsungan anggaran menjadi salah satu opsi yang dipikirkan pemerintah. Namun opsi kenaikan BBM tidak serta merta bisa dilakukan oleh pemerintahan sekarang. "Harus dibicarakan dengan dua kandidat presiden," ujar Chatib dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Kamis (5/6).

Dua kandidat presiden yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto perlu mengungkapkan sikapnya apakah bisa menaikkan harga BBM atau tidak, agar masyarakat bisa mengetahuinya. 

Karena pemerintahan saat ini masih fokus pada pemilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung satu bulan lagi maka tidak dimungkinkan untuk mengambil kebijakan strategis seperti menaikkan harga BBM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×