kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Kemnaker: Sektor ketenagakerjaan mulai menunjukkan tren positif


Minggu, 10 Oktober 2021 / 07:59 WIB
ILUSTRASI. data pekerja mulai naik


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melihat, kondisi ketenagakerjaan di masa pandemi Covid-19 telah menunjukkan tren positif, dampak dari peningkatan penempatan tenaga kerja.

Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi mengatakan, pada bulan Februari 2021, tren tingkat pengangguran menunjukkan perbaikan dan berada di level 6,26% atau sekitar 8,75 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayah perkotaan pun menurun menjadi 8%.

"Selama tahun 2020 hingga Februari 2021, pekerjaan paruh waktu menunjukkan tren konsisten dan penduduk setengah menganggur juga mengalami perbaikan," kata dia dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Minggu (10/10).

Anwar menambahkan, dari penelitian International Labour Organization (ILO) tahun 2020 menunjukkan, bahwa sektor informal masih mendominasi dari tujuan pekerja migran Indonesia (PMI) tersebut. Sekitar 2 miliar pekerja sektor informal sebagai besar berasal dari negara berkembang.

Berdasarkan data BPS tahun 2021, TPT mengalami peningkatan sebesar 1,32% di masa pandemi Covid-19 dan didominasi lulusan SMK.

Baca Juga: Pekerja yang terkena PHK masih bisa mencairkan manfaat Jaminan Hari Tua

"Ini berimbas semakin tingginya minat lulusan SMK ini untuk mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK)," terang dia.

Menurut Anwar, Kemnaker juga telah memiliki program Desmigratif yang secara terpadu dan terintegrasi melibatkan Kementerian/Lembaga untuk memberdayakan, melindungi PMI melalui empat kegiatan utama.

Yakni membangun pusat layanan migrasi, menumbuhkan kembangkan usaha-usaha produktif keluarga PMI dan PMI purna, pembentukan comunity parenting serta mengembangkan koperasi sebagai penguatan usaha produktif.

"Migrasi tidak hanya menyangkut PMI itu sendiri tetapi juga bagi keluarganya," kata Anwar.

Sesuai arahan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Anwar Sanusi menegaskan, pihaknya memiliki komitmen kuat dalam melindungi kepentingan CPMI atau PMI beserta keluarganya untuk mewujudkan pemenuhan hak dalam kegiatan baik sebelum bekerja, selama bekerja dan setelah bekerja.

Selanjutnya: Satgas Waspada Investasi: Waspadai robot trading yang janjikan keuntungan tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×