kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Kemnaker Dorong Perluasan Pasar Kerja di Uni Emirat Arab


Rabu, 27 November 2024 / 11:52 WIB
Kemnaker Dorong Perluasan Pasar Kerja di Uni Emirat Arab
ILUSTRASI. Pemerintah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja di luar negeri. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/nym.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja di luar negeri, termasuk di negara Uni Emirat Arab (UEA).

Hal itu disampaikan Sekjen Anwar Sanusi dalam acara Business Matching Abu Dhabi 2024 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (26/11).

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi mengatakan, hubungan bilateral yang terjalin erat antara Indonesia dan UEA, khususnya di sektor ketenagakerjaan, telah membuka peluang besar bagi pekerja asal Indonesia.

Baca Juga: Agar Bekerja di Luar Negeri Tak Berbuntut Rugi

“Saat ini ada lebih dari 800 peluang kesempatan kerja baru yang tersedia di sektor pariwisata, kesehatan, konstruksi, dan akademik,” ujar Anwar dalam keterangan pers, Rabu (27/11).

Anwar menyoroti pentingnya Business Matching sebagai platform strategis untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja di PEA, dengan pasokan tenaga kerja Indonesia yang kompeten. 

Forum ini, katanya, juga memiliki peran dalam memperluas kerja sama antar pelaku usaha di kedua negara. 

"Melalui kolaborasi yang baik, saya optimis pekerja migran Indonesia dapat berkontribusi lebih besar bagi perusahaan di PEA, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan PEA,” tutur Anwar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×