kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Kemkominfo minta Google untuk blokir video ISIS


Selasa, 05 Agustus 2014 / 11:52 WIB
ILUSTRASI. Logo Harlah IPNU 2023.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan pihaknya sudah meminta pengelola Google untuk memblokir penyebaran paham ISIS melalui internet dan siaran YouTube.  

"Kami sudah mengirimkan surat resmi permintaan ke YouTube melalui Google untuk menurunkan konten video tersebut tadi sore jam 4,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo  Ismail Cawidu, Senin malam (4/8).

Menurut Ismail, ada tujuh video penyebaran paham ISIS melalui internet dan siaran Youtube. "Kami menunggu responsnya satu atau dua hari ini," lanjut Ismail sepeperti dikutip dari situs Kemkominfo.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto  menegaskan pemerintah tidak mengizinkan paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) berkembang di Indonesia karena tidak sesuai dengan kebhinekaan dalam naungan NKRI. "Selain itu, faham ISIS bukan agama jika dikaitkan dengan ideologi negara Indonesia maka bertentangan dengan Pancasila," kata Djoko 

Keputusan ini, lanjut Djoko, hasil rapat Koordinasi terbatas Senin (4/8) di Kemenko Polhukam yang membahas sikap pemerintah menanggapi isu ISIS yang berkembang menjadi Islamic State (IS) di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×