kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.153   -4,00   -0,02%
  • IDX 7.597   -26,48   -0,35%
  • KOMPAS100 1.051   -5,20   -0,49%
  • LQ45 757   -2,78   -0,37%
  • ISSI 276   -1,44   -0,52%
  • IDX30 404   -0,03   -0,01%
  • IDXHIDIV20 490   0,34   0,07%
  • IDX80 118   -0,63   -0,53%
  • IDXV30 138   0,32   0,23%
  • IDXQ30 129   0,23   0,18%

Kemkeu prediksi pertumbuhan sektor real estate tahun ini kurang menggembirakan


Kamis, 24 Januari 2019 / 18:08 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019, pemerintah menargetkan Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) untuk sektor real estate sebesar 4,3%. Pertumbuhan PDB sektor ini diperkirakan stabil sejalan dengan progres investasi, bangunan serta keberlanjutan penyediaan infrastruktur serta program perumahan rakyat.

Meski tumbuh stabil, tetapi sektor real estate masih kurang memuaskan. "Stabilnya masih kurang menggembirakan, atau masih di bawah rata-rata pertumbuhan nasionalnya. Sejak 2016 memang agak melandai. Saya duga ini ada hubungannya dengan turunnya harga komoditas," ujar Kepala Sub bidang Primer Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Asep Nurwanda, Kamis (24/1).

Berdasarkan data Kemkeu, realisasi pertumbuhan PDB sektor real estate di 2016 sebesar 4,7%, di 2017 sebesar 3,7% dan pertumbuhan PDB sektor real estate di kuartal III 2018 sebesar 3,4%.

Asep mengakui, terdapat beberapa tantangan yang membuat pertumbuhan properti stagnan. Berbagai tantangan itu mulai dari permintaan atas properti, pemasukan masyarakat, ketersediaan dari industri properti hingga dari sisi makro.

Meski menghadapi tantangan, namun Asep yakin sektor properti masih akan terus mengalami pertumbuhan. Apalagi, didukung dengan selesainya berbagai proyek infrastruktur dan pemerintah yang akan fokus pada program perumahan rakyat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×