kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemkeu: Perekonomian tahun ini berkisar 5,5%


Jumat, 09 Mei 2014 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. Kumpulan link twibbon Dies Natalis UGM 2022 dan logo.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah realistis melihat pertumbuhan ekonomi tahun ini. Kementerian Keuangan (Kemkeu) memprediksi perekonomian tahun ini hanya mampu bertumbuh 5,5%.

"Kita upayakan pada level 5,5%," ujar Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (9/5). Menurut Bambang, perekonomian tahun ini yang melambat disebabkan karena kinerja ekspor yang drop.

Kenyataannya, ekspor Indonesia ke China berkurang akibat pelemahan ekonomi negeri tirai bambu tersebut. Apalagi harga komoditas sendiri belum mengalami peningkatan.

Ketika ditanyakan apakah pertumbuhan 5,5% tersebut akan menjadi target pertumbuhan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 yang akan segera dibahas pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang masih enggan memberi tahu.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) kembali merevisi pertumbuhan ekonomi pada tahun pemilihan umum (pemilu) ini hanya berada pada kisaran 5,1%-5,5%. Awalnya BI masih menetapkan pertumbuhan pada kisaran 5,7%-6,3%. Kemudian direvisi menjadi 5,5%-5,9%. Lalu pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) kemarin (8/5) otoritas moneter ini kembali mengubah prediksi pertumbuhan menjadi lebih pesimis yaitu 5,1%-5,5%.

Alasan BI melihat pertumbuhan ekonomi tahun 2014 cenderung lemah adalah kinerja ekspor yang tertekan sangat dalam. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya bisa tumbuh 1,5%-1,9%. Padahal sebelumnya diperkirakan ekspor bisa tumbuh hingga 8,1%-8,5% dengan asumsi pertumbuhan 5,5%-5,9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×