kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Kemkeu janji banyak dengarkan masukan akademisi


Rabu, 10 Februari 2016 / 15:25 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Keuangan berjanji lebih banyak mendengar masukan akademisi dalam membuat kebijakan fiskal. Hal ini terkait dengan kerjasama yang dijalin antara Kemenkeu dengan Forum Ekonom Indonesia (FEI), yang juga beranggotakan ekonom dari Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (Afebi).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara bilang, pihaknya akan menjadikan masukan AFEBI sebagai dasar membuat kebijakan.

Selama ini, hasil penelitian yang berasal dari akademisi hanya menghiasi lemari buku, dan perpustakaan. "Kami akan menjadikannya sbeagai pemikiran yang dipertimbangkan," kata Suahasil, Rabu (10/2) di Jakarta.

Memang, masukan dan pemikiran para akademisi itu tidak harus menjadi kebijakan. Karena setiap kebijakan harus dilihat dari berbagai sudut pandang, termasuk kepentingan dunia usaha.

Salah satu anggota Afebi, Nury Effendy yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pajajaran berharap hasil pemikiran yang disampaikan bisa memberikan sumbangsih. Ia melihat kampus selama ini sudah banyak kajian mengenai berbagai kebijakan di bidang fiskal.

Terutama dengan kondisi gejolak ekonomi global yang tenbgah terjadi. Serta dinamika lain yang sedang terjadi dalam perekonomian dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×