kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kemkeu cairkan dana saksi jika ada dasar hukum


Rabu, 29 Januari 2014 / 19:34 WIB
Kemkeu cairkan dana saksi jika ada dasar hukum
ILUSTRASI. BMKG merilis peringatan dini cuaca hari ini hujan lebat, provinsi berikut ini dalam kategori Siaga dan Waspada bencana. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) siap mencairkan anggaran untuk saksi dari partai politik (parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2014 asalkan dasar hukumnya kuat.

Pasalnya dana yang akan digelontorkan tidaklah sedikit yaitu mencapai Rp 700 miliar dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014.

Direktur Jenderal Anggaran Kemkeu Askolani mengatakan, landasan hukum pencairan dana ini harus kuat dan jelas. Karena itu Kemkeu dalam hal ini akan mengingatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kementerian Dalam Negara (Kemendagri) untuk melakukan pengecekan dasar hukum.

"Kita komunikasi untuk ingatkan ini semua," ujar Askolani, Rabu (29/1). Mengenai Bawaslu yang menolak diri untuk mengelola anggaran saksi parpol ini, Askolani menjelaskan persoalan ini masih dibicarakan pihaknya secara internal.

Tahapan proses pembagian dana beserta landasan hukumnya perlu dimantapkan. Ini agar tidak ada permasalahan-permasalahan di kemudian hari yang muncul akibat pengucuran dana ini. Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan, dana tambahan biaya saksi ini akan masuk dalam pos anggaran Bawaslu.

Karena Bawaslu adalah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam program ini. Bambang menilai, keberadaan anggaran untuk saksi ini dipandang perlu. Dirinya beralasan adanya dana ini bisa membuat pelaksaan pemilu lebih adil.

Keberadaan saksi sangat penting untuk menjamin proses pemilu bersih dari tindakan yang tidak jujur dan tidak adil. Sementara itu, tidak semua parpol memiliki dana yang cukup untuk membiayai keberadaan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×