Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mencatat penurunan kemiskinan ekstrem menjadi 0,78% pada Maret 2024, turun dari 1,26% pada periode sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin ekstrem berkurang menjadi sekitar 2,2 juta orang.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyebut capaian ini tidak lepas dari dampak program prioritas seperti makan bergizi gratis (MBG) dan penguatan kedaulatan pangan yang dinilai mampu meningkatkan daya beli sekaligus produktivitas masyarakat.
“Yang paling berdampak tentu program makan bergizi gratis, kemudian kedaulatan pangan, misalnya hari ini soal ketersediaan pangan itu sangat berdampak pada tingkat produktivitas petani,” ujarnya dalam rapat koordinasi pelaksanaan Inpres Nomor 8 Tahun 2025, Senin (27/4/2026).
Ia mengungkapkan, tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia turun sebesar 0,48 poin persentase dari 1,26% pada Maret 2024 menjadi 0,78%. Secara jumlah, penduduk miskin ekstrem menyusut menjadi sekitar 2,2 juta orang dari sebelumnya 3,56 juta.
Menurutnya, penurunan ini ditopang oleh perubahan arah kebijakan anggaran pemerintah yang lebih fokus pada program berdampak langsung ke masyarakat, baik melalui perlindungan sosial maupun penciptaan aktivitas ekonomi produktif.
Baca Juga: Pasokan Pangan Surplus, 1.700 Dapur MBG Justru Disetop Sementara
Program MBG dinilai memberi efek langsung pada daya beli dan kualitas hidup masyarakat, sementara kebijakan kedaulatan pangan berkontribusi pada peningkatan produktivitas sektor pertanian. Hal ini tercermin dari membaiknya nilai tukar petani dan nelayan dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong agar setiap belanja negara tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta membuka lapangan kerja baru.
Muhaimin menambahkan, pemerintah akan terus melakukan sinkronisasi program lintas kementerian agar penanganan kemiskinan semakin efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga: Prabowo Minta Kampus Kembangkan Energi Alternatif untuk Kurangi Impor LPG
“setelah data ini kita dapatkan, maka kita akan terus melakukan fokus penanggulangan kemiskinan ekstrem maupun jumlah penduduk miskin yang menjadi target agar kemiskinan ekstrem 0% bahkan lebih,” katanya.
Ke depan, pemerintah akan menjaga efektivitas belanja sosial dan subsidi tanpa mengurangi alokasi, sembari memperkuat sektor pangan dan energi sebagai fondasi utama dalam menekan kemiskinan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













