kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.015   32,00   0,18%
  • IDX 6.174   -22,50   -0,36%
  • KOMPAS100 806   -5,49   -0,68%
  • LQ45 611   -3,58   -0,58%
  • ISSI 214   -0,55   -0,26%
  • IDX30 344   -2,04   -0,59%
  • IDXHIDIV20 426   -2,92   -0,68%
  • IDX80 92   -0,59   -0,64%
  • IDXV30 116   -0,54   -0,46%
  • IDXQ30 110   -0,86   -0,78%

Kementerian PU baru serap 9,31% dari pagu anggaran


Jumat, 13 April 2012 / 15:44 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas Moda Raya Terpadu (MRT). Tribunnews/Jeprima


Reporter: Rika Panda | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Realisasi penyerapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kuartal I tahun ini masih rendah. Dari pagu anggaran APBN yang sebesar Rp 62,5 triliun, Kementerian PU baru mampu menyerap sekitar 9,31% atau sebesar Rp 5,82 triliun.

Kepala Pusat Komunikasi Kementerian PU Waskito Pandu menuturkan, rendahnya penyerapan anggaran di kementerian tersebut karena beberapa persoalan. Antara lain, masalah pembebasan lahan yang belum selesai, penentuan lokasi pembangunan infrastruktur yang belum pasti bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan pinjaman (loan) yang belum efektif.

"Tapi permasalahan yang terbesar itu karena masalah pembebasan lahan," ujar Pandu di Jakarta, Jumat (13/4).

Pandu menyebut, penyerapan anggaran tersebut sebagian besar berasal dari Ditjen Bina Marga yakni Rp 3 triliun, lalu Ditjen Sumber Daya sebesar Rp 1,2 triliun, dan Ditjen Cipta Karya sebesar Rp 900 miliar.

Menurut Pandu, progres penyerapan sebesar 9,31% tersebut sangat terpengaruh terhadap perkembangan kontrak proyek infrastruktur di Kementerian PU. Dengan penyerapan sebesar itu, dia bilang, pihaknya tidak dapat memenuhi instruksi UKP4 yang meminta masing-masing kementerian dan lembaga dapat menyerap
anggaran sebesar 25% pada Kuartal I-2012 ini.

"Kementerian PU kesulitan memenuhi harapan instruksi UKP4 yang meminta penyerapan sebesar 25% dan kontrak harus sudah terpenuhi keseluruhan di akhir April," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×