kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Kementerian ESDM klaim kebijakan B20 hemat sebesar US$ 1,66 miliar


Senin, 12 Agustus 2019 / 14:31 WIB
Kementerian ESDM klaim kebijakan B20 hemat sebesar US$ 1,66 miliar
ILUSTRASI. Angkutan umum mengisi BBM jenis Biosolar B20

Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, kebijakan B20 atau campuran bahan bakar solar dengan campuran minyak CPO sebesar 20% pada Januari 2019 hingga Juli 2019 mampu menghemat US$ 1,66 miliar.

"Kita tadi evaluasi berapa penghematan dari penerapan B20 dari Januari sampai Juli 2019, kalau kita melihat harga mops ya untuk diesel dikalikan dengan volume fame yang sudah terdistribusikan itu sekitar 97 persenan berhasil kita salurkan fame nya dari target, maka penghematannya itu sekitar 1,66 miliar US dollar," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (12/8). 

Baca Juga: Proyeksi Ekspor CPO 2019 Turun, Pengusaha Berharap dari China

Arcandra bilang, tahun ini target penerapan B20 sebanyak 6,2 juta kiloliter. Namun, dari target itu baru terealisasi sebanyak 2,9 juta kiloliter. "Volume penggunaan vame 2.947.764 kiloliter Januari sampai Juli 2019," ucap dia.

Disamping itu, Kementerian ESDM mengatakan, kebijakan B30 atau campuran bahan bakar solar dengan campuran minyak CPO sebesar 30% masih dalam tahap uji coba. "B30 masih dalam ujicoba nanti berakhir di bulan Oktober," kata Arcandra.

Baca Juga: Kebijakan B30 jadi tak jelas, sebab pemerintah malah ingin kendaraan berlistrik




TERBARU

Close [X]
×