kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Kementerian BUMN: Bukan hal baru, Indonesia sudah 3 kali melewati periode krisis


Kamis, 23 Juli 2020 / 11:17 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi perekonomian Indonesia.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ikhsan mengatakan, pelemahan ekonomi kali ini bahkan memberikan efek sosial. Di mana, dalam kurun waktu 4 bulan sejak adanya pandemi di Indonesia pengangguran dan kemiskinan terus meningkat.

Baca Juga: Indonesia diprediksi jadi negara dengan perekonomian terbesar ke-5 di dunia pada 2024

Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk menggenjot perekonomian agar ekonomi Indonesia tidak terpuruk semakin dalam. Ia bilang, dalam hal ini BUMN telah melakukan beberapa hal, mulai dari restrukturisasi pokok dan bunga kredit oleh Himpunan Bank Negara (Himbara). Lalu perluasan jaminan kredit kepada bank dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) oleh Askrindo dan Jamkrindo.

Baca Juga: Resesi Mengancam Indonesia

Insentif diskon tarif listrik oleh PLN, penyaluran beras dalam program bansos oleh Bulog, hingga subsidi pulsa dan kuota untuk akses pendidikan oleh Telkom Indonesia.

"Jadi BUMN kita rubah, strategi utamanya bagaimana menciptakan ekosistem untuk indonesia, bukan mengambil ranah sektor swasta. Harapannya BUMN bsia tunjukkan perannya di depan," ucap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kementerian BUMN: Krisis Ekonomi Bukan Hal Baru Bagi Indonesia"
Penulis : Yohana Artha Uly
Editor : Erlangga Djumena

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×