kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Kementan pastikan ketersediaan pangan aman, beras surplus sebanyak 6,4 juta ton


Minggu, 19 April 2020 / 15:39 WIB
ILUSTRASI. Persediaan Beras Aman. KONTAN/Baihaki/17/3/2020


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Risfaheri mengungkapkan bahwa ketersediaan pangan dipastikan aman, terutama di tengah pandemi Covid-19 dan mendekati bulan Ramadhan.

Untuk beras sendiri disebut Risfaheri ketersediaan masih surplus sebanyak 6,4 juta ton. "Beras sampai akhir Juni, ketersediaan beras masih surplus 6,4 juta ton," kata Risfaheri saat dihubungi Kontan.co.id pada Minggu (19/4).

Baca Juga: Saran ke pemerintah agar impor pangan bisa lancar saat pandemi corona

Ia juga menambahkan, dari Juli sampai Desember untuk beras juga masih akan ada panen setiap bulannya. Meskipun diakuinya panen tidak sebesar saat musim puncak panen. Kembali ia menegaskan bahwa kondisi untuk beras sendiri masih aman. "Jadi kondisi beras kita inshaAllah aman," tuturnya.

Tak hanya beras, Risfaheri juga menuturkan bahan pangan lain juga dalam kondisi aman. Seperti telur dan daging ayam yang surplus. Bahkan ia menyebut saat ini harga telur dan daging ayam malah cenderung turun. Adapun, bawang putih, gula, daging sapi disebutnya lantaran produksi dalam negeri tidak mencukupi, maka kekurangannya dipenuhi dari impor.

Baca Juga: Begini cara Bulog memenuhi kebutuhan pangan saat pandemi corona

Impor ketiga bahan pangan tersebut saat ini sebagian sudah mulai masuk. Lalu untuk produksi jagung, bawang merah dan cabe juga disampaikan Risfaheri cukup. "Bawang putih sudah mulai masuk, gula juga sedang proses masuk dan daging juga demikian diharapkan masuk sesuai rencana," terangnya.

Mengenai pengamanan ketersediaan pangan disebut Risfaheri tidak hanya dilakukan di Kementerian Pertanian saja, melainkan lintas sektor. Bulog dan BUMN lainnya serta pelaku usaha yang melakukan impor juga ada di rangkaian pengamanan ketersediaan pangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×