kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Kemensos tengah mengkaji data untuk menambah penerima bansos


Rabu, 01 April 2020 / 15:39 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (kiri) berjabat tangan dengan ibu-ibu penerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2019 di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019). Pemerintah menyalurkan PKH sebesar Rp34,4 triliun pada tahun 2019 untuk mendo


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Sosial (Kemensos) mengkaji data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang dimiliki Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial.

Data tersebut untuk perluasan penerima bantuan sosial. Perluasan penerima bantuan sosial dilakukan sebagai jaring pengaman sosial akibat penyebaran virus corona (Covid-19).

Baca Juga: PBB: Pandemi virus corona adalah krisis global terburuk sejak Perang Dunia II

"Kami sekarang sedang mempersiapkan rencana perluasannya, sehingga bisa menyentuh keluarga miskin yang ada di DTKS," ujar Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (1/4).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan akan menambah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Saat ini terdapat 9,2 juta KPM menjadi 10 juta KPM mulai April 2020 dengan besaran manfaat naik sebesar 25% berdasarkan komponen yang ada.

Baca Juga: Anggaran perlindungan sosial untuk hadapi corona capai Rp 110 triliun, ini rinciannya




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×