kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

Kemenlu: WNI sebaiknya tak ke Thailand


Jumat, 24 Januari 2014 / 21:29 WIB
Kemenlu: WNI sebaiknya tak ke Thailand
ILUSTRASI. Kode Redeem FF & Free Fire MAX Hari Ini 5 September 2022, Bertabur Hadiah! Klaim Yuk


Sumber: TribunNews.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Luar Negeri mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) menghindari kunjungan ke Thailand. Imbauan dikeluarkan merujuk pada situasi dan kondisi keamanan di Thailand yang belum kondusif.

Hal itu diutarakan oleh Tatang Razak, Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Jumat (24/1) di Kementrian Luar Negeri.

"Kami harapkan masyarakat memahami kondisi di Thailand. Termasuk juga menghindari kunjungan ke Thailand. Hal ini demi keselamatan WNI. Kalaupun terpaksa tetap ke sana, dimohon melapor pada kami atau perwakilan di luar negeri," ujar Tatang.

Tatang menjelaskan alasan pihaknya mengimbau WNI tidak berkunjung ke Thailand ialah karena kondisi di Thailand yang semaktu-waktu bisa muncul pergerakan. Untuk mengontrol keamanan di sana, Tatang mengaku pihaknya selalu mendapatkan laporan dari Kedubes Thailand mengenai titik-titik rawan di negara tersebut.

"Kami minta WNI untuk menghindari tempat konsetrasi massa di wilayah tersebut. Situasi di sana memang kadang ada gerakan yang dikwatirkan seperti penutupan airport, serangan bersenjata, hingga bom," terang Tatang.

Untuk diketahui tahun 2014 ini, kondisi Thailand  masih belum kondusif. Pasalnya negara ini akan menggelar pesta demokrasi secara prematur. Kondisi Thailand belum bisa dipastikan apakah akan stabil apa tidak. Hal ini diketahui dari berhasil atau tidaknya Pemilu  digelar.

Thailand melalui Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra masih berjuang agar pemilu dapat dilakukan. Dikarenakan, pihak pendemo antipemerintah melalui pimpinannya Suthep Thaugsuban menolak untuk ikut serta dalam pemilu dan  bersikeras menuntut dibentuknya dewan rakyat. (Theresia Felisiani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×