kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kemenkeu terapkan kedisiplinan dalam menyerap anggaran


Kamis, 26 November 2020 / 10:11 WIB
Kemenkeu terapkan kedisiplinan dalam menyerap anggaran
ILUSTRASI. Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) pada tahun 2021 mencapai Rp 795,5 triliun. 

Akan tetapi, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Astera Primanto Bhakti mengaku kalau masih ada kekhawatiran baik di pemerintah pusat maupun daerah, bagiamana kalau anggaran tersebut tidak mencukupi apalagi untuk melakukan pembangunan terkait infrastruktur. 

“Apalagi dengan masih adanya Covid-19, kita yang awalnya sudah punya rencana, tapi gara-gara pandemi ini akhirnya harus melakukan realokasi dan lain-lain,” ujar Prima, Rabu (25/11) via video conference. 

Prima pun membeberkan, untuk menanggulangi kekhawatiran tersebut, pemerintah mengambil langkah disiplin dalam belanja dan melakukan perencanaan yang baik. Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan skala prioritas. 

Baca Juga: Penerapan 3M jadi kunci bepergian tetap aman dengan pesawat

Selain itu, pemerintah juga jeli dalam melihat efektivitas belanja yang dilakukan, apalagi terkait dengan kualitas dan bagaimana dampaknya ke perekonomian Indonesia. 

Kemudian, pemerintah juga perlu untuk melihat alternatif pembiayaan yang lain. Namun, yang paling penting adalah bila memang anggaran dirasa tidak mencukupi, mungkin pembangunan bisa ditunda dulu alias tidak saat ini juga. 

“Jadi pokoknya, intinya kita ini seperti mengelola rumah tangga tetapi dalam skala yang lebih besar,” tandasnya. 

Selanjutnya: Gubernur Banten: Sekolah tatap muka dimulai Januari 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×