Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama OneSight EssilorLuxottica Foundation meluncurkan inisiatif strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan mata di Indonesia. Program ini ditujukan untuk mendorong layanan kesehatan mata yang lebih adil dan berkelanjutan.
Kemenkes mencatat, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia. Kondisi ini berdampak pada capaian pendidikan, produktivitas kerja, hingga kualitas hidup masyarakat, padahal sebagian besar dapat dicegah melalui deteksi dini dan penggunaan kacamata koreksi.
Melalui kemitraan yang akan berjalan selama tiga tahun, penguatan ekosistem kesehatan mata dilakukan melalui empat pilar utama. Pertama, pelatihan dasar kesehatan mata dan skrining penglihatan bagi 900 perawat puskesmas guna mendukung deteksi dini dan rujukan yang tepat. Kedua, penguatan 15 Vision Center di berbagai wilayah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata yang terjangkau dan berkualitas.
Baca Juga: Cak Imin Pastikan Pemutihan BPJS Kesehatan Dilakukan dalam Waktu Dekat
Ketiga, donasi 50.000 kacamata koreksi bagi masyarakat dengan kelainan refraksi. Keempat, peningkatan kesadaran publik mengenai pentingnya pemeriksaan mata secara rutin sebagai langkah pencegahan.
Kemenkes melihat gangguan penglihatan dapat berdampak signifikan terhadap pendidikan dan produktivitas. Banyak kasus sebenarnya dapat dicegah atau dikoreksi jika terdeteksi sejak dini, sehingga kolaborasi lintas sektor dinilai krusial.
“Deteksi dini menjadi kunci untuk memperluas skrining, memastikan tindak lanjut layanan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di semua kelompok usia,” kata Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Izin Prodi Spesialis Baru Diterbitkan: 156 Program Siap Tambah Dokter
Sementara itu, Head of OneSight EssilorLuxottica Foundation Asia Tenggara Patricia Koh menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung deteksi dini, menyediakan solusi terjangkau, dan memperluas layanan kesehatan mata yang berkualitas di Indonesia.
Sebagai bagian dari peluncuran, dilakukan skrining penglihatan dan pembagian kacamata gratis kepada 800 penerima manfaat. Inisiatif ini juga sejalan dengan prioritas kesehatan nasional serta komitmen global SPECS 2030 dari World Health Organization (WHO).
Program dijalankan bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Melihat Nusantara (YIMN) sebagai mitra pelaksana, serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.
Selanjutnya: 4 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Obat Diabetes
Menarik Dibaca: 4 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Obat Diabetes
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













