kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Izin Prodi Spesialis Baru Diterbitkan: 156 Program Siap Tambah Dokter


Kamis, 15 Januari 2026 / 16:23 WIB
Izin Prodi Spesialis Baru Diterbitkan: 156 Program Siap Tambah Dokter
ILUSTRASI. Perkuat Layanan Jantung Nasional: 13 Dokter Spesialis Jantung Indonesia Berguru ke Tiongkok (Dok/Kementerian Kesehatan)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebut Kemendiktisaintek bersama Kementerian Kesehatan telah menerbitkan izin pembukaan 156 program studi spesialis dan subspesialis kedokteran.

"Kementerian Kesehatan telah menerbitkan 156 izin prodi spesialis baru, 126 prodi spesialis dan 30 prodi subspesialis," ujar Brian dalam pertemuan dialog antara Presiden RI Prabowo Subianto dan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026). 

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada peningkatan jumlah mahasiswa kedokteran. Pada awal tahun 2026, total penambahan mahasiswa baru tercatat mencapai 3.150 orang. 

Baca Juga: Prabowo Janji Bakal Buka Kampus Kedokteran dan Teknik Gratis

"Saat ini terdapat sekitar 5.000, sehingga total menjadi 8.150 mahasiswa," jelasnya.

Selain sektor kesehatan, Brian juga melaporkan bahwa dukungan pendanaan riset nasional terus mengalami peningkatan. 

Saat ini, total anggaran penelitian telah melampaui Rp8 triliun, baik yang dikelola oleh Kemendiktisaintek maupun bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Rasio anggaran riset terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kini mencapai 0,34 persen. Menindaklanjuti arahan Prabowo, riset nasional diarahkan agar tidak berjalan sendiri, tapi menjadi jembatan antara pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata industri nasional dengan Danantara sebagai lokomotif penggerak.

Baca Juga: Atasi Kekurangan Dokter, Prabowo Akan Beri Beasiswa Penuh untuk Pendidikan Kedokteran

Saat ini, beberapa kajian terkait industri dalam negeri yang tengah dikerjakan yaitu pengembangan industri tenaga surya hingga pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

"Beberapa kajian terkait industri nasional yang sedang dikerjakan antara lain pengembangan industri tenaga surya atau solar cell, logam tanah jarang, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir, industri semikonduktor, industri sepatu, tekstil, kosmetik. Selain itu juga pada ketahanan pangan, yaitu bawang putih, kedelai, dan gandum," ucapnya.

Baca Juga: Prabowo Bakal Kirim Mahasiswa RI Belajar Kedokteran dan Dokter Gigi ke Selandia Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×