kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.948   -25,00   -0,14%
  • IDX 5.954   69,90   1,19%
  • KOMPAS100 772   8,07   1,06%
  • LQ45 584   5,74   0,99%
  • ISSI 206   2,37   1,17%
  • IDX30 331   3,62   1,11%
  • IDXHIDIV20 406   3,65   0,91%
  • IDX80 88   0,95   1,09%
  • IDXV30 111   1,75   1,61%
  • IDXQ30 106   1,02   0,97%

Kemenhaj Perkuat Bimbingan Ibadah Jemaah, 29.497 Tasreh Raudhah Telah Terbit


Rabu, 06 Mei 2026 / 13:38 WIB
Kemenhaj Perkuat Bimbingan Ibadah Jemaah, 29.497 Tasreh Raudhah Telah Terbit
ILUSTRASI. Jasa pendorong kursi roda jamaah calon haji (ANTARA FOTO/Citro Atmoko)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat layanan bimbingan ibadah bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi. Penguatan layanan ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah secara tertib dan sesuai tuntunan syariat.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh Suci Annisa membeberkan, untuk di Madinah, hingga saat ini total tasreh atau izin masuk Raudhah yang telah diterima Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah mencapai 29.497 jemaah. Adapun pada Selasa (5/5/2026), sebanyak 341 tasreh baru telah diterbitkan.

Suci mengimbau jemaah memanfaatkan aplikasi Nusuk untuk mengakses layanan masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi sesuai jadwal yang telah ditentukan otoritas setempat.

Baca Juga: Jemaah Haji Wafat Bertambah Jadi 10 Orang, Ini Penyebabnya

“Kami menghimbau jemaah agar menggunakan aplikasi Nusuk untuk mengakses layanan masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi sesuai jadwal yang telah ditentukan,” tutur Suci dalam konferensi pers, Rabu (6/5/2026).

Adapun ia juga menyebut, layanan bimbingan ibadah juga dilakukan melalui, konsultasi pelayanan umrah sunnah setelah umrah wajib.

Selanjutnya, melalui visitasi dan pendampingan bagi jemaah termasuk pemanduan niat ikhlam istirahat bagi jemaah yang sakit di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebelum keberangkatan ke Makkah.

“Llau edukasi dan pembinaan ibadah secara langsung di sektor maupun fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Suci menjelaskan, layanan ini menjadi bagian penting dalam memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan benar, tertib dan sesuai tuntutan syariat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×