kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Kemenhaj Fokus Evaluasi Mina dan Istithaah Kesehatan untuk Haji 2027


Minggu, 31 Mei 2026 / 17:47 WIB
Kemenhaj Fokus Evaluasi Mina dan Istithaah Kesehatan untuk Haji 2027
ILUSTRASI. Gus Irfan Apresiasi Pelayanan petugas terhadap Jemaah Lansia di Masjidil Haram (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - MAKKAH. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 atau 1447 H akan difokuskan pada dua aspek utama, yakni pelayanan jemaah di Mina dan penguatan istithaah kesehatan. 

Hal itu ia sampaikan dihadapan Tim Media Center Haji, di Kantor Daker Makkah, Minggu (31/5/2026).

Menurut Gus Irfan, kedua hal tersebut menjadi perhatian penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah pada musim haji tahun depan. Ia mengakui pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan relatif baik, namun masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dibenahi.

Salah satunya adalah kondisi di Mina yang dinilai masih menjadi tantangan besar karena keterbatasan ruang di tengah meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun. 

Baca Juga: Fase Mina Berakhir, Menhaj Apresiasi Ketertiban Jemaah dan Siapkan Haji 2027

“Jujur untuk Mina kemarin saya jauh dari puas, sehingga tahun depan harus kami cermati lagi bagaimana pergerakan di Mina,” ujarnya.

Selain layanan di Mina, Menhaj juga menyoroti pentingnya peningkatan standar istithaah kesehatan. Meskipun angka jemaah wafat tahun ini menurun hampir 50 persen dibanding tahun sebelumnya, menurutnya masih ditemukan jemaah yang setibanya di Arab Saudi langsung membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Ia menegaskan, penilaian kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam proses persiapan haji. Menurutnya, usia bukan faktor penentu seseorang layak berangkat, melainkan kondisi kesehatannya. 

Baca Juga: Jemaah Haji Indonesia Bersiap Pulang ke Tanah Air, Petugas Perketat Koper Bagasi

“Kami tidak bicara usia, tapi bicara kesehatan. Tahun ini ada yang usianya lebih dari 100 tahun dan tetap bisa berangkat karena sehat,” katanya.

Untuk itu, Kemenhaj akan mendorong pembinaan kesehatan calon jemaah dilakukan lebih dini. Bahkan, sejumlah daerah telah mulai mengumpulkan calon jemaah tahun berikutnya untuk mendapatkan pembinaan manasik sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum keberangkatan. 

Baca Juga: Jelang Pemulangan Jemaah, Kemenhaj Ingatkan Aturan Bagasi dan Larangan Bawa Zamzam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×