kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kemendikbud selidiki penyebab kematian Anindya


Selasa, 23 Juli 2013 / 14:22 WIB
ILUSTRASI. Tekanan darah tinggi.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Pendidkan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh angkat suara atas meninggalnya Anindya Ayu Puspita, siswi baru SMKN 1 Pandak Bantul, Yogyakarta. Anindya dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) pada Jumat, 19 Juli 2013 lalu. 

Diduga Anindya meninggal, setelah sebelumnya mendapat hukuman melakukan squat jump sepuluh kali. Atas dugaan itu, Nuh telah mengutus pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi di lapangan. "Jika diperlukan, kita akan meminta bantuan kepolisian untuk menelusurinya," tutur Nuh di Istana Negara, Selasa (23/7).

Nuh menargetkan, upaya penyelidikan di lapangan tersebut akan selesai pada pekan ini dan hasilnya harus sudah sampai kepadanya. Nantinya, pihak Kemdikbud akan bekerjasama dengan kepolisian. Jika menemukan adanya unsur kesengajaan, tindak kekerasan atau tindak pidana lainnya, maka kasus igtu akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diteruskan ke ranah hukum.

Menurut Informasi yang sampai ke Mendikbud, siswi malang tersebut sedang sakit saat mengikuti MOS. Sejauh ini, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menjadi penyebab kematiannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×