kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Kemendikbud selidiki penyebab kematian Anindya


Selasa, 23 Juli 2013 / 14:22 WIB
ILUSTRASI. Tekanan darah tinggi.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Pendidkan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh angkat suara atas meninggalnya Anindya Ayu Puspita, siswi baru SMKN 1 Pandak Bantul, Yogyakarta. Anindya dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) pada Jumat, 19 Juli 2013 lalu. 

Diduga Anindya meninggal, setelah sebelumnya mendapat hukuman melakukan squat jump sepuluh kali. Atas dugaan itu, Nuh telah mengutus pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi di lapangan. "Jika diperlukan, kita akan meminta bantuan kepolisian untuk menelusurinya," tutur Nuh di Istana Negara, Selasa (23/7).

Nuh menargetkan, upaya penyelidikan di lapangan tersebut akan selesai pada pekan ini dan hasilnya harus sudah sampai kepadanya. Nantinya, pihak Kemdikbud akan bekerjasama dengan kepolisian. Jika menemukan adanya unsur kesengajaan, tindak kekerasan atau tindak pidana lainnya, maka kasus igtu akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diteruskan ke ranah hukum.

Menurut Informasi yang sampai ke Mendikbud, siswi malang tersebut sedang sakit saat mengikuti MOS. Sejauh ini, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menjadi penyebab kematiannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×