kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.025,63   -7,01   -0.68%
  • EMAS932.000 -0,96%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Kemendag Pastikan Pasokan Minyak Goreng Aman Hingga 1,5 Bulan ke Depan


Selasa, 08 Maret 2022 / 19:01 WIB
Kemendag Pastikan Pasokan Minyak Goreng Aman Hingga 1,5 Bulan ke Depan
ILUSTRASI. Pembeli mengambil minyak goreng kemasan murah. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menampik adanya isu bahwa minyak goreng langka di pasaran.

Oke menyebut, pasokan minyak goreng tidak langka. Namun diakuinya bahwa masyarakat masih kesulitan mendapatkan akses minyak goreng dengan harga yang terjangkau atau yang sesuai harga eceran tertinggi (HET).

“Ketersediaan saya pastikan stok nya itu kita maintance di 628.000 ton, ada kurang lebih kebutuhan 1,5 bulan pasti kita amankan,” ujar Oke dalam diskusi virtual, Selasa (8/3).

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Masih Mahal dan Belum Merata, Ini Biang Keroknya

Oke menyebut, sebelumnya harga rata-rata minyak goreng sempat berada di kisaran Rp 18.000 per liter. Namun saat ini harga rata-rata nasional sudah berada di kisaran Rp 15.000 per liter. Hal itu menunjukkan bahwa indikator mulai membaik.

Oke menyebut, pihaknya saat ini terus melakukan perbaikan distribusi minyak goreng. Ia menegaskan kebijakan mengutamakan kepentingan rakyat, harga harus terjangkau dan mudah diakses merupakan kebijakan yang permanen.“Kami pastikan puasa dan lebaran InsyaAllah harga eceran tertinggi akan semakin mudah diakses masyarakat,” ucap Oke.

Selain itu, Ia menyatakan, tidak ada kaitannya kebijakan biodiesel (B30) dengan minyak goreng. Sebab, pasokan CPO untuk biodiesel dan minyak goreng telah dialokasikan sesuai kebutuhan masing-masing. “Jadi biodiesel tidak ada kaitannya karena sudah ada alokasinya,” tutur Oke.

Baca Juga: Bingung Minyak Goreng Langka di Pasaran, Ini Kecurigaan Kemendag

Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade mengatakan, pemerintah perlu memastikan bahwa harga CPO sudah sesuai dengan harga yang ditetapkan dalam kebijakan domestic price obligation (DPO). Lalu setelah itu mesti diperhatikan alur distribusi agar sampai ke masyarakat dengan harga sesuai HET. “Jika ada masalah cabut izin nya, berikan sanksi,” ucap Andre.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 6 tahun 2022, Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×