kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Keluarga korban Sukhoi gelar doa bersama


Minggu, 13 Mei 2012 / 20:08 WIB
ILUSTRASI. Kemenkeu buka lowongan magang untuk mahasiswa & fresh graduate, banyak posisi dibuka. kantor pusat Kementerian Keuangan.


Reporter: Dina Farisah | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Sambil menunggu tibanya jenazah korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, keluarga korban masih melakukan aktivitas doa bersama.

Didit Petrus Susaptadi, suami dari pramugari Sky Aviation, Maria Marcela yang sempat menunggu jenazah istrinya di RS Polri Keramat Jati, hari ini melakukan doa bersama di rumahnya, di kawasan Tangerang Selatan.

“Kami ingin cepat-cepat teridentifikasi. Saya lemas dan penasaran selama menunggu. Namun kami harus sabar. Kami berdoa bersama kemarin dan tadi pagi,” jelas Didit kepada KONTAN (13/5).

Dalam doa, ia meminta agar Tuhan memberikan kekuatan baginya dan anak-anak. “Saya juga sudah meminta agar anak-anak kembali bersekolah besok,” ungkapnya.

Sosok Maria Marcela dinilai begitu dekat dengan sesama. Hingga saat ini, masih banyak tetangga dan kerabat yang datang berkunjung ke kediamannya untuk menyampaikan bela sungkawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×