kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.892   10,00   0,06%
  • IDX 6.308   -66,09   -1,04%
  • KOMPAS100 824   -11,57   -1,38%
  • LQ45 626   -7,81   -1,23%
  • ISSI 218   -1,95   -0,89%
  • IDX30 350   -4,33   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,69   -0,86%
  • IDX80 94   -1,29   -1,35%
  • IDXV30 118   -0,77   -0,65%
  • IDXQ30 111   -1,11   -0,99%

Kekurangan Pasokan Listrik Bakal Selesai 6 Bulan Lagi


Jumat, 20 November 2009 / 14:41 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemerintah mulai membenahi kekurangan pasokan listrik (shortage) di seluruh Indonesia yang mencapai 400 megawatt lebih. Targetnya, proses pembenahan itu rampung dalam tempo 6 hingga 8 bulan ke depan.

Saat ini, menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, sedang disusun skema pembiayaan mengatasi kelangkaan pasokan listrik itu. "Bagaimana Pemda masuk, bagaimana swasta masuk, dan bagaimana kemampuan keuangan PLN, bagaimana skema kredit ekspor, sedang disusun," ujar Hatta di Istana Negara, Jumat (20/11).

Setelah skema pembiayaan tersebut rampung, kemudian Pemerintah akan menghitung kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Hatta, untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik secara keseluruhan membutuhkan sekitar Rp 30 triliun lebih. Dana sebesar itu, kata Hatta, hanya untuk mengatasi byar pet saja, belum bisa untuk dipakai membiayai pertumbuhan kebutuhan listrik.

Selain itu, politisi Partai Amanat Nasional itu juga menjelaskan mengenai kesiapan dana untuk menyelesaikan krisis listrik di DKI Jakarta. "Kalau Jakarta, dana US$ 300 juta pakai kredit ekspor," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×