kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Kejagung Terima Tiga SPDP Kasus PHS


Jumat, 11 Juni 2010 / 12:36 WIB
Kejagung Terima Tiga SPDP Kasus PHS


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Kejaksaan Agung telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan terkait kasus penggelapan pajak oleh PT Permata Hijau Sawit (PHS), yang diduga merugikan negara sekitar Rp1,6 triliun.

"Kita sudah menerima tiga SPDP kasus PT PHS. Saat ini kita menunggu pelimpahan SPDP lainnya (dari Ditjen Pajak)," kata Wakil Jaksa Agung Darmono di Kejaksaan Agung.

Hanya, Darmono, yang juga Satgas Pemberantasan Mafia Hukum masih enggan memberikan informasi siapa nama nama tersangkanya. belum dapat menyebutkan nama tersangkanya. "Saya belum tahu, namun yang pasti SPDP kasus PT PHS sudah dikirimkan," kilahya.

Pada kesempatan yang sama, Darmono juga menyampaikan kasus Asian Agri yang diduga merugikan negara sekitar Rp1,3 triliun tetap diteruskan. Namun, sampai kini Ditjen, Pajak sampai sekarang belum menyampaikan kembali berkas dua tersangka Asian Agri, yakni Suwir Lau dan Eddy Lukas.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekkeng menyatakan merasa aneh dengan Ditjen Pajak yang tak kunjung memberikan data lengkap dalam kasus pajak. "Saya tidak memahami ada persolan apa sampai informasi yang disampaikan kok tidak lengkap," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×