kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kecemasan Sri Mulyani: Banyak Warga yang Menua, Tapi Masih Miskin


Jumat, 02 Desember 2022 / 04:31 WIB
Kecemasan Sri Mulyani: Banyak Warga yang Menua, Tapi Masih Miskin
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ada satu kekhawatiran yang dirasakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Yakni terkait masyarakat Indonesia yang belum bisa mencapai kondisi makmur saat memasuki momentum 100 tahun kemerdekaan pada 2045. 

Padahal, di tahun itu, jumlah populasi RI diperkirakan akan sebanyak 350 juta jiwa, naik dari saat ini yang sekitar 270 juta jiwa. 

Sri Mulyani menjelaskan, kekhawatiran itu dikarenakan saat ini demografi populasi Indonesia mayoritas adalah golongan usia muda atau usia produktif. Maka ketika mencapai 2045, dominasi populasi usia muda itu akan berubah menjadi dominasi populasi usia tua atau usia tidak produktif. 

"Jadi dari sekarang harus dipikirkan, jangan sampai, dalam istilah ekonomi itu, negara yang mereka (penduduknya) semakin tua tapi masih miskin," ujar Sri Mulyani dihadapan para anak muda yang hadir dalam acara Mofest 2022 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (1/12/2022). 

Bendahara umum negara itu mengatakan, ketika jumlah penduduk bertambah maka kebutuhan akan sarana kesehatan, properti, hingga pangan akan turut meningkat. 

Baca Juga: BPS Sebut Sensus Pertanian 2023 Bisa Jawab Tantangan Isu Pangan di Indonesia

Tetapi, bila populasi penduduk itu didominasi oleh usia tua maka secara khusus akan semakin membutuhkan layanan kesehatan, yang tentu itu tidaklah murah. 

Oleh karena itu, ia menilai, jika komposisi demografi tersebut tidak dipikirkan dengan matang sejak saat ini, dalam hal untuk mendorong kemakmuran masyarakat, maka di masa mendatang Indonesia justru akan kewalahan dari segala aspek, terutama terkait besarnya biaya untuk kesehatan. 

"Permintaan akan layanan kesehatan akan berbeda (dari saat ini). Diproyeksikan saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdakaan, komposisi demografi Indonesia akan menua, jadi semakin banyak orang tuanya. Itu yang dari sekarang harus dipikirkan," ungkapnya. 

"Kalau generasi komposisinya semakin menua namun belum sejahtera, maka negara itu akan semakin menghadapi menghadapi situasi yang lebih kompleks, karena ongkos kesehatan semakin besar," imbuh Sri Mulyani.

Baca Juga: Warga Usia 60 Tahun ke Atas Bakal Segera Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

Maka dari itu, persoalan tersebut perlu dipecahkan sejak saat ini, terutama oleh para anak muda yang merupakan generasi penerus bangsa. Ia bilang, para generasi muda sudah seharusnya memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa, serta memiliki semangat untuk memperbaiki Indonesia dalam segala bidang. 

"Jangan berpikir bahwa itu masalah rumit yang harus dipikirkan Menkeu saja, itu nanti kalian akan menghadapinya. Jadi dari sekarang pikirkanlah. Masalah-masalah di dunia ini memang kelihatannya kompleks, sulit, dan berat, tapi itu sesuai yang kalau kalian mau dalami dan diskusikan, maka akan terbiasa dengan isu-isu itu," papar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sri Mulyani Khawatir, Banyak Warga RI yang Menua tapi Tetap Miskin"
Penulis : Yohana Artha Uly
Editor : Aprillia Ika

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×