kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kebijakan BI mulai tarik capital inflow


Rabu, 11 Juli 2018 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. Gedung Bank Indonesia


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) beberapa hari belakangan mengalami penguatan. Bank Indonesia (BI) menilai, penguatan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan suku bunga BI mulai menunjukkan hasil.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs rupiah pada Senin (9/7) menguat ke level Rp 14.332 per dollar AS dibanding posisi Jumat (6/7) yang ada di level Rp 14.409 per dollar AS.

Penguatan kembali berlanjut pada Selasa (10/7) ke level Rp 14.326 per dollar AS. Meski pada hari ini, rupiah sedikit melemah ke level Rp 14.392 per dollar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penguatan rupiah tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah kebijakan yang dilakukan oleh BI, sudah tepat.

Ia melanjutkan, kebijakan suku bunga yang ditempuh BI melalui kenaikan sebesar 100 basis points (bps) dua bulan belakangan memang dimaksudkan untuk membuat pasar keuangan Indonesia lebih kompetitif, khususnya pasar Surat Berharga Negara (SBN).

"Dan alhamdulillah dalam beberapa waktu terakhir ini terjadi arus masuk asing ke pasar SBN dan itu menjadi satu poin positif yang memang mendorong stabilitas nilai tukar," kata Perry saat ditemui di Gedung DPR, Rabu (11/7).

Tak hanya kebijakan BI, koordinasi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal serta reformasi struktural yang telah dilakukan, juga mendorong masuknya arus modal asing (capital inflow).

Perry menegaskan, koordinasi tersebut akan terus dilakukan, tidak hanya untuk memperkuat neraca transaksi berjalan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi.

Yang jelas lanjut Perry, BI juga akan terus memantau pasar menjaga stabilitas ekonomi dan menjaga stabilitas nilai tukar dengan berbagai instrumen-instrumen yang ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×