kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Aprindo bicara soal dampak bom di Makassar terhadap ekonomi Indonesia


Selasa, 30 Maret 2021 / 20:51 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung mengenakan masker saat memilih pakaian pada gerai pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (24/3/2021). Kata Aprindo terkait dampak bom di Makassar terhadap ekonomi Indonesia


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pelaku usaha mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menangani tindakan terorisme di Makassar, Sulawesi Selatan. Tindakan cepat tersebut dinilai meminimalisir dampak ekonomi akibat aksi teror tersebut.

Respona cepat membuat masyarakat tenang dan tak menimbulkan gejolak.

"Melihat perkembangan dan respons pemerintah yang cepat dan tegas maka tidak akan berdampak signifikan," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (30/3).

Sebelumnya terjadi ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar. Namun, sehari setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian berhasil meringkus jaringan pelaku.

Baca Juga: Ketua DPR minta polisi usut tuntas teror di Makassar

Roy menyebut selain penanggulangan terorisme yang telah terjadi, perlu adanya peningkatan kewaspadaan. Hal itu mengingat dalam waktu dekat akan ada perayaan Paskah bagi umat Kristen dan bulan Ramadan bagi umat Islam.

Sejalan dengan Aprindo, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) juga menyebut dampak teror tak terlalu besar bagi ekonomi.

"Tidak signifikan dampak dari teror bom di Makassar," terang Wakil Ketua Hipmi Anggawira.

Meski begitu, Anggawira menyebut bahwa masyarakat penting untuk saling membangun solidaritas. Terutama untuk membangkitkan ekonomi di tengah pandemi virus corona (Covid-19) seperti saat ini.

Selanjutnya: Densus 88 amankan 20 terduga teroris, 2 di antaranya tewas tertembak di Makassar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×