kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Melonjak, Tertinggi Sejak Akhir September


Rabu, 19 Januari 2022 / 19:46 WIB
ILUSTRASI. Warga berjalan di depan mural bertema penanganan Covid-19 di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/11/2021). Kasus Covid-19 di Indonesia melonjak. Ada tambahan 1.745 kasus baru, tertinggi sejak akhir September tahun lalu. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus Covid-19 di Indonesia melonjak. Data Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, pada Rabu (19/1), ada tambahan 1.745 kasus baru, tertinggi sejak akhir September tahun lalu.

Pendorong tren kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia adalah varian Omicron. Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak mewaspadai tren kenaikan infeksi virus corona ini.

“Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan jangan menimbulkan kepanikan,” kata Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/1).

Menurut Jokowi, berbagai studi termasuk laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, varian Omicron memang lebih mudah menular namun memiliki gejala yang lebih ringan.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 19 Januari 2022: Tambah 1.745 Kasus Baru, Tetap Taat Prokes

“Pasien yang terinfeksi varian ini umumnya pulih tanpa harus dirawat di rumahsakit. Tapi, sekali lagi, kita harus waspada, jangan jemawa, dan jangan gegabah,” tegasnya.

Untuk menekan laju penularan varian Omicron, Presiden pun meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas.

“Jika bapak, ibu, dan saudara-saudara sekalian tidak memiliki keperluan mendesak sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian. Dan untuk mereka yang bisa bekerja dari rumah (work from home), lakukanlah kerja dari rumah,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri untuk keperluan yang tidak esensial. “Saya juga meminta untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada urusan yang penting dan mendesak,” imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×