kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Kasus Covid-19 harian disebut turun 50%, Menko Luhut tegaskan tetap waspada


Selasa, 03 Agustus 2021 / 07:18 WIB
ILUSTRASI. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan


Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penerapan PPKM Level 4 dan Level 3 hingga 2 Agustus 2021 telah berdampak positif terhadap penanganan pandemi Covid-19. 

Dia mengatakan, angka kasus harian Covid-19 di Jawa dan Bali turun hingga 50% dari puncak kasus Covid-19 yang terjadi pada 15 Juli 2021 silam. 

"Kalau kami lihat, sejak puncaknya pada 15 Juli 2021, sampai dengan hari ini menunjukkan penurunan, angkanya itu sudah 50%. Ini saya kira memberikan harapan yang bagus tapi kita tetap harus berhati-hati karena menghadapi varian delta ini," kata dia dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8). 

Kendati telah mengalami penurunan kasus aktif, Luhut menegaskan bahwa pemerintah tetap melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dan Level 3 di sejumlah wilayah Jawa-Bali hingga 9 Agustus 2021 mendatang. 

Dia bilang, dalam periode PPKM sepekan ke depan, terdapat 12 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang masuk ke kategori Level 3, dan satu kabupaten/kota yang masuk ke Level 2. Sementara beberapa wilayah akan kembali menerapkan PPKM Level 4. 

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi targetkan testing kasus Covid-19 capai 400.000 per hari

Luhut mengatakan bahkan terdapat sejumlah daerah yang malah kembali ke tingkat Level 4 dari sebelumnya berada di level yang lebih rendah. Hal ini dikarenakan masih tingginya tingkat kematian pasien Covid-19 di beberapa daerah. 

Kondisi itulah yang membuat pemerintah memutuskan untuk kembali memperketat pembatasan mobilitas masyarakat. 

"Ada beberapa daerah yang memang dibutuhkan perhatian khusus karena masih tingginya jumlah kasus terkonfirmasi, positivity rate, dan juga jumlah kematian warganya seperti Bali, Malang Raya, DIY, dan Solo Raya," ungkapnya. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×