kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,14   4,65   0.50%
  • EMAS1.029.000 0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Kasus Covid-19 Diprediksi Naik, Menkes Ingatkan Tetap Pakai Masker dan Vaksin Booster


Senin, 07 November 2022 / 22:48 WIB
Kasus Covid-19 Diprediksi Naik, Menkes Ingatkan Tetap Pakai Masker dan Vaksin Booster
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/11/2022).


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia akan kembali naik imbas munculnya subvarian baru dari Omicron. Budi menyebut angka kasus Covid-19 di Indonesia saat ini masih di sekitaran 5.000. 

"Sekarang kita masih sekitar 5.000-an per hari. Jadi kemungkinan masih akan naik," ujar Budi saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/11/2022). 

Budi mengimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker, baik di dalam ruangan maupun saat berkerumun.  Dia menilai masker bisa membantu masyarakat mencegah penularan Covid-19. 

"Karena ini bisa menular walau sudah divaksin. Nah, untuk supaya jangan masuk RS, yang belum booster dorong booster. Terutama orang tua, ayah, ibu, nenek, kakek, yang belum booster segera didorong booster," tuturnya. 

Baca Juga: Kemenkes Akan Permudah Akses Layanan Kesehatan Primer lewat Whatsapp

"Jadi pesan saya ke masyarakat 2 hal saja. Untuk melindungi dari penularan pakai masker. Untuk melindungi dari masuk RS mesti booster," sambung Budi. 

Lebih jauh, Budi memaparkan bahwa tiga subvarian Omicron ini bisa membuat kasus Covid-19 naik secara cepat.

Akan tetapi, kasus Covid-19 setelah itu akan turun dengan cepat. 

Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia dipengaruhi oleh varian-varian baru Covid-19 subvarian Omicron. Adapun varian baru tersebut adalah XBB, XBB.1, dan BQ.1. 

"Naik (kasus Covid-19), betul. Naiknya kenapa? Karena varian baru. Covid-19 naik sesudah kita belajar kemarin bukan karena movement, bukan karena pergerakan, (tapi) karena varian baru," kata Budi saat media visit ke Menara Kompas, Jakarta, Jumat (4/11/2022). 

Baca Juga: Eskpor-Impor China Kompak Menyusut di Bulan Oktober, Terburuk Sejak 2020

Budi menuturkan, tiga varian baru itu sudah masuk ke Indonesia. Subvarian Omicron XBB dan XBB.1 yang banyak dan menyebar di Singapura sudah masuk ke Indonesia. 

Begitu pula dengan BQ.1 yang awalnya menyebar di Eropa dan di negara-negara Amerika Serikat. 

"Ada 3 varian baru yang sudah masuk ke Indonesia yang menyebabkan (kasus konfirmasi) ini naik. Tiga- tiganya sudah ada di Indonesia, ini yang menyebabkan kenaikan," ucap Budi. 

Dari ketiga subvarian itu lanjut Budi, XBB memiliki penyebaran yang paling cepat, tecermin dari kasus di Singapura. Namun, penurunannya pun lebih cepat karena subvarian ini hampir sama dengan BA.4 dan BA.5. 

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 sendiri sempat menyebar pada Agustus 2022. 

Baca Juga: Ekonom BCA Proyeksi Ekonomi Tumbuh 5,99% di Kuartal III-2022

Subvarian BA.4 dan BA.5 berbeda dengan subvarian sebelumnya yang sempat membuat kasus Covid-19 memuncak di awal tahun 2022, yaitu BA.1 dan BA.2. 

"Jadi bukan yang BA.1 dan BA.2. Kan kita puncak dari sisi kasus itu Januari-Februari atau di Mei pada saat Omicron BA.1, BA.2 masuk sampai 60.000 atau 70.000 kasus per hari," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prediksi Kasus Covid-19 Naik, Menkes Ingatkan untuk Pakai Masker dan Vaksinasi Booster"
Penulis : Adhyasta Dirgantara
Editor : Dani Prabowo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Complete Three Statement Modeling

[X]
×