CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.679   52,00   0,30%
  • IDX 6.416   -124,94   -1,91%
  • KOMPAS100 847   -11,14   -1,30%
  • LQ45 643   -7,02   -1,08%
  • ISSI 222   -5,00   -2,20%
  • IDX30 357   -4,52   -1,25%
  • IDXHIDIV20 446   -3,63   -0,81%
  • IDX80 97   -1,06   -1,08%
  • IDXV30 124   -1,16   -0,93%
  • IDXQ30 115   -0,93   -0,81%

Kapolri: Direktorat Perempuan dan Anak akan Dibentuk di Bareskrim dan Polda


Jumat, 04 Februari 2022 / 21:39 WIB
ILUSTRASI. Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) khusus yang akan membidangi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak akan dibentuk di tingkat Bareskrim dan Polda.

Sigit mengatakan pengembangan unit PPA menjadi Direktorat tersendiri dilakukan dalam rangka menangani kasus kejahatan dengan korban perempuan dan anak.

"Karena itu saya sudah sampaikan, sekarang sedang berproses. Dari sisi penanganannya kita ingin ada Direktorat sendiri. Direktorat yang khusus menangani itu. Sehingga kemudian di tingkat Mabes ada (dipimpin) bintang satu. Maka di Polda akan ada Direktorat tingkat Polda. Sampai di bawah," ujar kata Sigit dalam keterangan tertulis, Jumat (4/2).

Mantan Kapolda Banten ini juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan serta penegakan hukum tindak pidana dengan korban perempuan dan anak-anak saat menerima audiensi Komnas Perempuan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/2/2022).

Baca Juga: Begini Pola Penyebarannya, Seluruh Jawa dan Bali Terinfeksi Omicron

Sigit menyampaikan, Direktorat PPA saat ini masih berproses. Nantinya direktorat khusus itu akan diisi oleh jajaran yang profesional dan berintegritas.

Hal itu, lanjutnya, guna menghindari perempuan dan anak mengalami peristiwa yang membuat mereka menjadi korban dua kali.

"Manakala yang menginterogasi, kemudian yang menangani beda jenis kelamin, akan membuat masalah baru. Sehingga mereka merasa menjadi korban dua kali. Ini ke depan kita proses. Prosesnya memang sedang berlangsung oleh Kemenpan RB," ucap Sigit.

Eks Kabareskrim itu juga menambahkan, Direktorat PPA mayoritas akan diisi oleh polisi wanita (Polwan).

Menurut Sigit, hal itu juga akan semakin membuka ruang dan kesempatan bagi para Polwan untuk mengisi jabatan di internal Polri.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×