kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Kapolri: Dana teroris itu dari hasil merampok


Kamis, 02 Januari 2014 / 14:20 WIB
Pedagang menata bahan makanan yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (7/6/2022). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Sutarman meminta masyarakat menjauhi kelompok teroris dan menjaga keluarganya agar tidak berdekatan atau terlibat dengan aksi terorisme di Indonesia.

Sebab, kata Sutarman, sumber dana teroris berasal dari perampokan yang tidak dibenarkan dari segi hukum. "Perjuangan apa itu kalau dananya diambil dari merampok. Kami harus lawan itu. Perampokan bank BRI di Tangerang beberapa hari yang lalu, itu mereka (teroris) ketinggalan bom di Warteg. Juga perampokan toko mas di Tamboro, perampokan bank di Lampung dan lainnya juga digunakan untuk terorisme," kata Sutarman saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/1).

Dengan mengetahui sumber dana teroris itu, Sutarman meminta masyarakat tidak mendukung kegiatan teroris tersebut. Adanya pengepungan dan penembakan enam teroris di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten saat malam tahun baru, menjadi peringatan bagi semua pihak guna mewaspadai kelompok terorisme.

Sutarman yakin, masih ada pelaku teror yang kini menjalankan aksinya di Indonesia. "Kami harap seluruh masyarakat memiliki kemauan mengingatkan mereka, bahwa jangan berjuang melakukan cara-cara kekerasan. Apalagi menggunakan bom dan senjata api,” kata Sutarman.

Sementara itu, kelompok teroris yang disergap di Ciputat diketahui berasal dari kelompok Abu Robban. Nah setiap kegiatan kelompok itu diambil dari hasil merampok. Sutarman mengklaim, jaringan teroris itu merampok karena kepolisian telah memutus aliran dana dari luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×