kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Kali ini, KPK periksa Sesmenpora


Senin, 09 Juli 2012 / 21:46 WIB
ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Pertamina Geothermal Energy.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Asnil Amri


JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Yuli Mumpuni, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), sebagai saksi atas kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan venue kegiatan pekan Olahraga nasional (PON) di Pekanbaru, Riau.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, Yuli diperiksa karena dinilai memiliki informasi yang penting dalam kasus tersebut. “Penyidik memerlukan keterangan dari yang bersangkutan, oleh karenanya dia dipanggil hari ini,” kata Johan, Senin (9/7).

Sebagai pejabat Sesmenpora, Yuli diduga mengetahui beberapa hal terkait sejumlah pertemuan antara Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksosno, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi malarangeng, dan Gubernur Riau, Rusli Zainal yang membahas soal anggaran proyek tersebut.

Usai diperiksa, Yuli mengakui adanya pertemuan tersebut. Akan tetapi, Ia berkilah tidak mengetahui apa saja yang dibahas dalam pertemuan itu termasuk siapa saja yang hadir dalam pertemuan itu. “Saya tidak hadir waktu itu,” kilahnya.

Menurutnya, yang mendampingi Andi bukanlah dirinya, melainkan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Djoko Pekik Irianto. Sebelumnya, Yuli sempat dua kali mangkir dari pemanggilan, KPK. Ia pertama kali dipanggil KPK tanggal 29 Juni lalu, kemudian yang kedua tanggal 4 Juli.

Dalam pertemuan antar pejabat negara itu, disebut-sebut, Rusli Zaenal berusaha melobi Agung Laksono untuk memuluskan penambahan proyek anggaran PON. Terkait masalah ini, KPK sudah melakukan pemeriksaan terhadap Agung Laksono, sebagai saksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×