kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Kadin sebut UMKM antusias daftar vaksinasi gotong royong


Rabu, 19 Mei 2021 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P. Roeslani menerima vaksinasi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta (13/1/2021).


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rosan P. Roeslani mengatakan, minat pelaku usaha untuk ikut terlibat dalam vaksinasi gotong sangat tinggi.

Termasuk juga dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Rosan menyebut, terdapat sejumlah UMKM yang mendaftar vaksin gotong royong meski dengan jumlah karyawan yang sedikit.

"Kurang lebih sekarang ada hampir mencapai 7.000 (UMKM) dari 22.700 (pendaftar) ini," ujar Rosan saat peluncuran sentra vaksinasi gotong royong, Rabu (19/5).

Baca Juga: Tersisa 3 hari, simak cara daftar suntik vaksin Covid-19 gotong royong

Rosan menyebut, vaksin gotong royong terbuka bagi seluruh badan usaha di Indonesia. Meski pun jumlah pegawainya hanya 3 orang seperti UMKM yang mendaftar.

"Selama berbadan hukum Indonesia mereka boleh mendaftar," terang Rosan.

Pembentukan sentra vaksinasi juga akan mempermudah proses vaksinasi bagi UMKM. Pasalnya untuk pelaku usaha besar, vaksiansi bisa dilakukan pada fasilitas layanan kesehatan yang dimiliki perusahaan.

Saat ini terdapat 22,736 pelaku usaha yang mendaftar vaksin gotong royong dengan penerima vaksin sekitar 10 juta orang. Setelah pelaksanaannya dimulai, Rosan yakin, peminatnya akan bertambah dan mencapai target 20 juta penerima vaksin.

Selanjutnya: Pemerintah apresiasi sentra vaksin gotong royong prioritaskan UMKM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×