kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.914   32,00   0,19%
  • IDX 9.064   31,17   0,35%
  • KOMPAS100 1.256   7,85   0,63%
  • LQ45 889   7,32   0,83%
  • ISSI 330   -0,02   -0,01%
  • IDX30 452   3,54   0,79%
  • IDXHIDIV20 535   5,65   1,07%
  • IDX80 140   0,78   0,56%
  • IDXV30 148   0,63   0,43%
  • IDXQ30 145   1,48   1,03%

Kadin: Potensi Nilai Perdagangan RI-AS Bisa Capai US$ 80 Miliar Usai Negosiasi Tarif


Kamis, 15 Mei 2025 / 19:54 WIB
Kadin: Potensi Nilai Perdagangan RI-AS Bisa Capai US$ 80 Miliar Usai Negosiasi Tarif
ILUSTRASI. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat potensi perdagangan yang besar antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat potensi perdagangan yang besar antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Dengan peluang yang ada, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebutkan, nilai perdagangan Indonesia-AS dapat menembus angka US$ 80 miliar, setelah proses negosiasi tarif resiprokal.

“Prediksi kami di Kadin, kalau antara ekspor dan impor Indonesia-AS itu US$ 39 miliar-US$ 40 miliar kurang lebih. Dalam waktu 2-3 tahun, kalau kita pandai, itu bisa menjadi dari US$ 40 miliar menjadi US$ 80 miliar. Dalam 4 tahun, bisa jadi US$ 120 miliar. Kalau misalnya kita menyiasatinya benar,” ungkap Anin melalui keterangan resminya, Rabu (14/5).

Anin mengatakan, Presiden AS Donald Trump memegang data yang mencatatkan nilai ekspor Indonesia ke AS sekitar US$ 25 miliar dan impor US$ 13 miliar. Dengan demikian, total nilai perdagangan kedua negara saat ini sekitar US$ 40 miliar.

Baca Juga: Kemendag Catat Nilai Impor Indonesia Capai US$ 18,92 Miliar pada Maret 2025

Kadin optimistis, nilai perdagangan itu dapat melonjak dua kali lipat menjadi US$ 80 miliar dalam 2-3 tahun mendatang. Hal ini karena surplus perdagangan Indonesia terhadap AS yang sekitar US$ 18 miliar rencananya akan diseimbangkan terkait negosiasi tarif yang dibuka oleh AS dengan permintaan nilai ekspor-impor Indonesia-AS menjadi setara.

Dengan demikian, nilai impor dari AS akan meningkat US$ 18 miliar sebagai penyeimbang neraca perdagangan. Sehingga total perdagangan kedua negara diprediksi naik menjadi US$ 58 miliar atau hampir US$ 60 miliar.

“Sisanya US$ 20 miliar akan datang dari dua belah pihak saling ekspor-impor. Kita akan ekspor lebih banyak lagi karena Amerika tidak menerima (impor) dari beberapa negara, seperti China,” tambahnya.

Anin menyebut, peluang dagang Indonesia untuk AS juga terbuka bagi sektor tekstil dan produk tekstil (TPT), seperti alas kaki. 

Baca Juga: Indonesia dan AS Sepakati Pembahasan Substansi Negosiasi Tarif Mulai Dua Pekan Lagi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×