kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Jumlah kunjungan wisatawan asing di bulan Agustus 2020 naik 4,45% mom


Kamis, 01 Oktober 2020 / 13:33 WIB
ILUSTRASI. Wisatawan asing di Bali


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mulai meningkat pada bulan Agustus 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisman sebesar 165.000 kunjungan. 

Kepala BPS Suhariyanto bilang, jumlah tersebut berarti menunjukkan kenaikan 4,45% mom. Akan tetapi, ia mengingatkan, kalau wisman yang datang ke Indonesia bukan berkepentingan untuk wisata. 

“Catatan, wisman yang datang dalam kunjungan bisnis. Jadi baik alasan bekerja, bertugas, ataupun misi. Bukan wisman dengan keperluan leisure,” tegas Suhariyanto, dalam video konferensi, Kamis (1/10). 

Bila melihat pergerakan dari bulan ke bulan, Suhariyanto menyebut pertumbuhan kunjungan wisman masih cenderung datar pada tahun ini. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya pun, jumlah kunjungan wisman masih merosot tajam. 

Baca Juga: Hattrick! Indeks Harga Konsumen September 2020 deflasi 0,05% mom

Untuk itu, ia pun mewanti-wanti kalau pemulihan untuk kunjungan wisman akan membutuhkan waktu yang lama dan sangat bergantung pada penanganan kesehatan baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. 

“Tanpa adanya penanganan kesehatan, yang baik, akan banyak orang yang ragu untuk berwisata,” katanya. 

Dengan jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2020 tersebut, berarti secara kumulatif pergerakan wisman dari bulan Januari 2020 hingga Agustus 2020 tercatat 3,4 juta kunjungan. 

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yang mencatat jumlah kunjungan sebesar 10,7 juta kunjungan, berarti masih ada penurunan wisman yang cukup dalam, yaitu 68,17% yoy. 

Melihat hal itu, Suhariyanto pun mengajak agar bersama-sama Indonesia melakukan terobosan, terutama untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah berjalan sehingga bisa meminimalkan kurva peningkatan Covid-19. 

“Pariwisata akan butuh recovery yang sangat panjang. Ini bukan berarti kita harus apatis, tapi kita harus buat terobosan,” tandasnya. 

Selanjutnya: Terjadi deflasi 0,05% mom pada bulan September 2020, ini penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×