kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.980   133,00   0,75%
  • IDX 5.934   -261,44   -4,22%
  • KOMPAS100 787   -37,12   -4,50%
  • LQ45 595   -24,76   -4,00%
  • ISSI 206   -8,80   -4,10%
  • IDX30 338   -11,95   -3,42%
  • IDXHIDIV20 417   -10,81   -2,52%
  • IDX80 89   -4,23   -4,52%
  • IDXV30 114   -3,69   -3,14%
  • IDXQ30 109   -3,02   -2,69%

Jokowi:Ibu Mega itu senior, jadi wajib cium tangan


Senin, 13 Januari 2014 / 06:15 WIB
ILUSTRASI. Klasemen Sementara MPL ID S10 Minggu ke-2 (Week 2): RRQ Hoshi Masih Kokoh di Puncak


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menganggap peristiwa dia mencium tangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, itu merupakan bagian dari etika kesantunan anak muda kepada yang lebih senior.

"Kepada Ibu Mega, sebagai senior yang lebih tua dari saya, saya kira kewajiban kita untuk melakukan seperti itu," ujar Jokowi, saat ditemui di Pintu Air Karet, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2014) siang.

Menurut Jokowi, budaya cium tangan adalah bagian dari budaya Indonesia, pun budaya Jawa. Namun ia mengatakan, hal itu sudah banyak dilupakan masyarakat.

Jokowi mengatakan, sikap seperti itu tidak hanya dilakukannya kepada Megawati, tetapi juga kepada orangtuanya. Dia juga pernah mencium tangan Gubernur Jawa Tengah saat itu, Bibit Waluyo, dalam acara serah terima dan pelantikan Wali Kota Surakarta.

Jokowi berharap tidak ada penafsiran lain atas momen tersebut. Ia beranggapan, banyaknya tafsiran mungkin karena banyak orang yang sudah tidak pernah melakukan budaya tersebut. "Ya, karena itu enggak pernah melakukan. Modern, kebarat-baratan," ujar Jokowi seraya tertawa.

Momen Jokowi mencium tangan Megawati terjadi di sela-sela HUT ke-41 PDI Perjuangan, Jumat (10/1/2014). Jokowi meminta agar hal tersebut dilihat sebagai hal yang wajar. Ia berharap sikapnya itu tidak dipandang dari perspektif politis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×