kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.971   -42,00   -0,23%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Jokowi tuding kerusakan ekologi sebagai penyebab banjir Jabodetabek


Kamis, 02 Januari 2020 / 10:53 WIB
ILUSTRASI. Banjir di Harapan Baru Pejuang, Kota Bekasi


Reporter: Abdul Basith | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menuduh kerusakan alam jadi penyebab banjir Jabodetabek. Awal tahun 2020 diawali dengan banjir di sejumlah wilayah Jabodetabek. 

Bahkan berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 16 orang meninggal.

Baca Juga: Alasan penting, PNS terkena dampak banjir bisa ajukan cuti

"Karena ada yang disebabkan kerusakan ekosistem, kerusakan ekologi yang ada, tapi juga ada yang memang karena kesalahan kita yang membuang sampah di mana-mana," ujar Jokowi kepada wartawan, Kamis (2/12).

Oleh karena itu Jokowi meminta agar penanganan banjir segera dilakukan. Penanganan dilakukan secara bersama baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan semua lembaga.

Keselamatan korban banjir merupakan yang utama. Oleh karena itu evakuasi korban harus segera dilakukan agar korban meninggal tidak bertambah.

"Nanti urusan penanganan banjir secara infrastruktur akan kita kerjakan setelah penanganan evakuasi selesai," terang Jokowi.

Baca Juga: Banjir masih melanda Jakarta, kebijakan ganjil-genap ditiadakan

Asal tahu saja musim hujan juga diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih terus berlangsung. Puncaknya pada Februari hingga Maret 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×