kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi tak setuju proyek monorel disebut gagal


Selasa, 18 Februari 2014 / 20:41 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Buah Apel Jika Dikonsumsi Secara Rutin


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menolak anggapan yang mengatakan proyek monorel Jakarta kembali mangkrak. Menurutnya, hanya ada tiga syarat yang belum dipenuhi oleh PT Jakarta Monorail, dan hal itulah yang menyebabkannya belum menandatangani dokumen proyek tersebut.

Meski demikian, Jokowi tidak mengetahui secara pasti isi dari tiga syarat tersebut. Ia menyebutkan, Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani lebih mengetahui poin-poinnya secara spesifik.

"Kurang dokumen kok (dibilang) gagal. Dokumennya belum sampai ke saya. Gagal, gagal, nyatanya dokumen belum sampai ke saya gimana?" ujar Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (18/2/2014).

Meski optimistis proyek monorel akan terus berlanjut, Jokowi menegaskan kepada PT Jakarta Monorail untuk segera memenuhi tiga syarat itu. "Kami ingin administrasi dan lapangan dikerjakan bareng, tapi kalau administrasi tidak komplet, ya maaf. Kami bukan orang yang suka gampangin gitu," ujarnya.

Groundbreaking monorel dilakukan pada 16 Oktober 2013. Tahap pembangunan dimulai di Setiabudi, tepatnya di ujung Jalan HR Rasuna Said yang mengarah ke Menteng. Namun, kegiatan pembangunan fisik tidak tampak lagi. Tak ada lagi alat berat maupun para pekerja yang melakukan aktivitas di lokasi tersebut. Hal itu terjadi sejak November 2013. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×