kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Jokowi: Surplus neraca dagang buktikan ekonomi mulai membaik


Selasa, 16 Oktober 2018 / 17:27 WIB
Jokowi buka sidang kabinet


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo juga mengapresiasi data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait neraca dagang yang surplus di September 2018 sebesar US$ 227,1 juta.

Menurutnya, data tersebut memperlihatkan arah perkembangan ekonomi yang baik dari kinerja perekonomian nasional.

"Karena rapat-rapat yang lalu kita konsentrasi untuk mengendalikan impor dan meningkatkan ekspor," kata Presiden dalam membuka sidang kabinet di Istana Negara, Selasa (16/10).

Untuk itu, dirinya kembali meminta kepada jajaran menterinya untuk melakukan langkah-langkah terobosan mengendalikan impor dan tingkatkan ekspor. "Harus terus dilanjutkan, dipantau terus di lapangan sehingga bulan-bulan ke depan masih juga surplus," katanya.

Pun juga, bekerja lebih detail dalam rangka peningkatan ekspor baik migas dan nonmigas. "Tapi juga agar migas dilihat dan nonmigas juga terus dilihat," jelas Presiden.

Untuk itu dalam sidang kabinet nanti , dirinya juga meminta laporan terkait kebijakan B20. Sebab masih adanya hambatan dari segi pasokan di lapangan.

"Saya nanti minta laporan, harus dipastikan eksekusinya di lapangan. Saya mendengar ada masalah pasokan dari cponya di lapangan saya nanti minta laporan megnenai hal ini," tutup Presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×