kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Jokowi Suntik Tambahan PMN Rp 1,01 Triliun ke InJourney


Senin, 01 Januari 2024 / 15:24 WIB
Jokowi Suntik Tambahan PMN Rp 1,01 Triliun ke InJourney
ILUSTRASI. PT Aviasi Pariwisata Indonesia alias InJourney telah mendapat penambahan penyertaan modal negara (PMN)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Aviasi Pariwisata Indonesia alias InJourney telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperoleh penambahan penyertaan modal negara (PMN). Adapun besaran suntikan tambahan PMN tersebut nilainya mencapai Rp 1,01 triliun.

Persetujuan suntikan tambahan PMN tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 65 Tahun 2023 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aviasi Pariwisata Indonesia.

Penambahan PMN tersebut akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha Persero PT Aviasi Pariwisata Indonesia dalam rangka mendukung pembangunan dan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dilaksanakan oleh PT Pengambangan Pariwisata Indonesia dan KEK Sanur yang dilaksanakan oleh PT Hote Indonesia Natour.

Baca Juga: PMN Rp 37 Triliun Cair di Ujung Tahun

"Nilai penambahan penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud (...) sebesar Rp 1.014.200.000.000," bunyi Pasal 2 ayat (1) dalam PP tersebut, dikutip Senin (1/1).

Penambahan PMN itu selanjutnya diteruskan seluruhnya menjadi penambahan penyertaan modal PT Aviasi Pariwisata Indonesia ke dalam modal saham PT Pengembangan Pariwisata Indonesia sebesar Rp 872,09 miliar dan PT Hotel Indonesia Natour sebesar Rp 142,11 miliar.

"Penambahan PMN sebagaimana dimaksud (...) bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2023 sebagaimana ditetapkan kembali dalam Rincian APBN 2023," tulis pasal 2 ayat (3).

Baca Juga: Jokowi Cairkan Tambahan PMN untuk Beberapa BUMN, Hutama Karya Paling Besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×