kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Jokowi sebut Indonesia masih butuh 3 juta alat pelindung diri bagi tenaga medis


Senin, 30 Maret 2020 / 15:14 WIB
Jokowi sebut Indonesia masih butuh 3 juta alat pelindung diri bagi tenaga medis
ILUSTRASI. Pekerja mengenakan baju pelindung yang telah jadi di Kwaon, Jemawan, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020). Produksi alat pelindung diri (APD) yaitu baju pelindung yang terbuat dari kain 'waterproof' tersebut dijual dengan harga Rp100 ribu per b


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

"Untuk mendukung produksi APD saya juga minta diberikan kemudahan untuk bahan baku yang masuk dari impor," terang Jokowi.

Selain APD, Jokowi juga meminta pengadaan bagi ventilator agar juga bisa diproduksi dalam negeri. Pengadaan secara cepat juga diperlukan untuk alat pengecekan Covid-19.

Alat pengecekan tersebut termasuk rapid test, reagen, dan PCR harus tersedia. Penggunaan alat rapid test pun ditekankan kepada tenaga medis dan keluarganya serta pasien dengan status ODP.

Baca Juga: Inggris dikabarkan marah besar dengan China soal penanganan covid-19

"Rapid test saya minta yang diberikan prioritas adalah tenaga kesehatan berserta seluruh lingkaran keluarganya, dan khususnya yang terkena status ODP," jelas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×