kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.162   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.529   -64,98   -0,86%
  • KOMPAS100 1.038   -11,54   -1,10%
  • LQ45 743   -12,96   -1,71%
  • ISSI 273   -2,00   -0,73%
  • IDX30 399   -2,87   -0,71%
  • IDXHIDIV20 485   -4,61   -0,94%
  • IDX80 116   -1,63   -1,38%
  • IDXV30 138   0,10   0,07%
  • IDXQ30 127   -1,50   -1,16%

Jokowi sebut Indonesia masih butuh 3 juta alat pelindung diri bagi tenaga medis


Senin, 30 Maret 2020 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Pekerja mengenakan baju pelindung yang telah jadi di Kwaon, Jemawan, Jatinom, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020). Produksi alat pelindung diri (APD) yaitu baju pelindung yang terbuat dari kain 'waterproof' tersebut dijual dengan harga Rp100 ribu per b


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

"Untuk mendukung produksi APD saya juga minta diberikan kemudahan untuk bahan baku yang masuk dari impor," terang Jokowi.

Selain APD, Jokowi juga meminta pengadaan bagi ventilator agar juga bisa diproduksi dalam negeri. Pengadaan secara cepat juga diperlukan untuk alat pengecekan Covid-19.

Alat pengecekan tersebut termasuk rapid test, reagen, dan PCR harus tersedia. Penggunaan alat rapid test pun ditekankan kepada tenaga medis dan keluarganya serta pasien dengan status ODP.

Baca Juga: Inggris dikabarkan marah besar dengan China soal penanganan covid-19

"Rapid test saya minta yang diberikan prioritas adalah tenaga kesehatan berserta seluruh lingkaran keluarganya, dan khususnya yang terkena status ODP," jelas Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×