kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Permukaan air tinggi, Jokowi batal sodet Cisadane


Sabtu, 25 Januari 2014 / 13:50 WIB
ILUSTRASI. Nonton Boruto Episode 265, Streaming Sub Indo Resmi Tersedia di iQIYI, Bstation, Viu


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

TANGERANG. Setelah menengok Pintu Air 10 Cisadane, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak lagi memikirkan proyek sodetan Ciliwung-Cisadane. Dia kembali fokus mengurus normalisasi sungai.

Jokowi yang mendapatkan penjelasan dari Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengerti bahwa Cisadane sudah tidak bisa lagi menampung bila dialiri air Ciliwung. Sebab, dampak banjir kemarin saja sudah masuk ke jembatan dan bibir Cisadane.

Menurut Jokowi, terlihat jelas bahwa keadaan tinggi permukaan air Cisadane sudah mendekati pemukiman warga yang berada di bibir sungai itu.

"Oleh sebab itu saya berpikirnya (sekarang) normalisasi. Kalau saya sudah enggak berpikir sodetan," kata Jokowi di Pintu Air 10, Cisadane di daerah Karawaci, Kelurahan Kowang, Kecamatan Negla Sari, Tangerang, Sabtu (25/1).

Arief dalam penjelasannya mengatakan, Cisadane juga sudah kerap membanjiri pemukiman warga sehingga memerlukan normalisasi. Beberapa waktu lalu, enam Kecamatan di wilayah Tangerang terendam banjir.

Untuk itu, ia mengatakan kepada Jokowi, pembuatan sodetan dari Ciliwung menuju Cisadane tidak dapat dilakukan tanpa melalui normalisasi terlebih dahulu. "Artinya selama sementara ini kita masih tetap konsentrasi dalam kaitannya dengan normalisasi," ujar Arief, di kantor Inspektorat Kota Tangerang, Banten. (Robertus Belarminus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×