kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Jokowi: Sambut baik selesainya perundingan substantif IA-CEPA


Jumat, 31 Agustus 2018 / 18:48 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia menyambut baik selesainya perjanjian kerja sama ekonomi komperhensif Indonesia dengan Australia (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement / IA-CEPA).

Perundingan IA-CEPA telah mencapai kesepakatan substantif. Hal itu ditandai dengan penandatangan deklarasi antara Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita dengan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Simon Birmingham.

"Dengan ini kami menyambut baik selesainya perundingan substantif IA-CEPA," ujar Presiden Republik Indonesia Joko Widodo usai penandatanganan di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (31/8).

Selesainya IA-CEPA membutuhkan waktu hingga enam tahun. Selama enam tahun kedua negara berunding mendorong permintaan yang masuk dalam perjanjian tersebut.

Perjanjian IA-CEPA juga diakui sebagai bentuk komtimen dalam membangun hubungan bilateral Indonesia dengan Australia. Hubungan bilateral tersebut termasuk pada keterbukaan ekonomi.

"Kami menegaskan pentingnya keterbukaan ekonomi dan memperkokoh hubungan ekonomi yang saling menguntungkan," terang Presiden Jokowi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Scott bilang IA-CEPA akan segera diselesaikan pada tahun 2018 ini.

"Kemitraan ekonomi akan disimpulkan dan diformalisasikan pada akhir tahun ini," terang Scott.

Scott bilang pencapaian tersebut merupakan komitmen untuk mengambil langkah yang besar bagi kedua negara. Kemajuan ekonomi dari kedua negara akan saling mempengaruhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×