kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Jokowi: Sambut baik selesainya perundingan substantif IA-CEPA


Jumat, 31 Agustus 2018 / 18:48 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia menyambut baik selesainya perjanjian kerja sama ekonomi komperhensif Indonesia dengan Australia (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement / IA-CEPA).

Perundingan IA-CEPA telah mencapai kesepakatan substantif. Hal itu ditandai dengan penandatangan deklarasi antara Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita dengan Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia Simon Birmingham.

"Dengan ini kami menyambut baik selesainya perundingan substantif IA-CEPA," ujar Presiden Republik Indonesia Joko Widodo usai penandatanganan di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (31/8).

Selesainya IA-CEPA membutuhkan waktu hingga enam tahun. Selama enam tahun kedua negara berunding mendorong permintaan yang masuk dalam perjanjian tersebut.

Perjanjian IA-CEPA juga diakui sebagai bentuk komtimen dalam membangun hubungan bilateral Indonesia dengan Australia. Hubungan bilateral tersebut termasuk pada keterbukaan ekonomi.

"Kami menegaskan pentingnya keterbukaan ekonomi dan memperkokoh hubungan ekonomi yang saling menguntungkan," terang Presiden Jokowi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Scott bilang IA-CEPA akan segera diselesaikan pada tahun 2018 ini.

"Kemitraan ekonomi akan disimpulkan dan diformalisasikan pada akhir tahun ini," terang Scott.

Scott bilang pencapaian tersebut merupakan komitmen untuk mengambil langkah yang besar bagi kedua negara. Kemajuan ekonomi dari kedua negara akan saling mempengaruhi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×